3 Tips Mudah dalam Penataan Lampu untuk Interior Leave a comment

Kita pasti tahu bahwa penampilan dapat memberikan dampak yang cukup berpengaruh bagi sekitarnya, baik penampilan pada seseorang maupun penampilan pada sebuah bidang, ruang, dan bangunan, karena itu suatu penampilan yang baik sangat dibutuhkan dalam hal apapun. Pada ruang dan bangunan, penampilan mampu memberikan pengaruh yang besar baik secara positif maupun negatif. Misalnya, apabila bangunan memiliki penampilan yang besar dan gelap tentu memberikan pengaruh yang kurang baik bagi siapapun yang melihatnya, karena akan terkesan seperti bangunan mati dan tidak terurus. Namun apabila bangunan tersebut berpenampilan cantik, warna cat dinding yang cerah dengan cahaya yang cukup, pasti akan terkesan hidup dan nyaman.

Penampilan sebuah bangunan tak hanya dilihat dari tampilan luar, namun juga tampilan dalam ruangan. Jika tampilan luar ruangan untuk memberikan kesan bangunan secara keseluruhan, maka tampilan dalam ruangan akan memberikan kesan tertentu sesuai dengan fungsi ruangan yang ada pada bangunan tersebut. Tampilan dalam ruangan atau yang biasa disebut dengan interior memiliki banyak cara agar bagian dalam ruangan bisa tampak lebih menarik, salah satunya adalah dengan memaksimalkan fungsi pencahayaan dalam ruangan.

Ada beberapa tips penataan atau desain pencahayaan yang dapat Anda aplikasikan pada bagian dalam ruangan/ interior, yaitu:

Sumber: Irish Time

  • Berikan layer pencahayaan pada ruangan

Layer pencahayaan digunakan untuk memberikan kesan berbeda pada sebuah ruangan agar tidak bosan dan penggunaan fungsi ruangan dapat termaksimalkan. Ada tiga macam layer pencahayaan yang bisa Anda gunakan pada sebuah ruangan, yaitu general lighting, task lighting, dan accent lighting. Ketiga macam layer yang memiliki fungsi masing-masing ini akan sangat terlihat hasilnya apabila Anda dapat mengombinasikannya dengan baik dan tepat.

Sumber: drawphoto

  • Sesuaikan dan perhatikan warna cahaya lampu

Karena setiap ruang dalam sebuah bangunan memiliki fungsi yang berbeda maka warna cahaya lampu yang digunakan pada ruangan tersebut juga perlu disesuaikan dan diseragamkan. Penyeragaman warna cahaya lampu bukan jika sudah pakai warna cahaya putih pada satu layer maka semua layer juga pakai putih, tapi sesuaikan warna cahaya yang digunakan pada setiap layer pencahayaan sehingga ddapat terlihat senada. Misalnya apabila Anda menggunakan warna cahaya natural white pada general lighting, maka Anda bisa menggunakan warna cahaya warm white pada task lighting atau accent lighting sebagai pemanis.

Sumber: purelighting

  • Sesuaikan kontrol lampu dan saklar yang digunakan

Setelah menemukan warna cahaya lampu yang akan digunakan pada ruangan, Anda dapat menyesuaikan kontrol lampu dan saklar yang akan digunakan untuk ruangan tersebut. Anda dapat menggunakan kontrol dimmer untuk meredupkan cahaya lampu di waktu-waktu tertentu. Kemudian untuk membantu menghemat tenaga listrik yang digunakan saat menghidupkan lampu, Anda dapat mengatur saklar yang menghubungkan lampu yang akan digunakan agar saat dihidupkan hanya lampu yang dibutuhkan saja.

Ketiga tips pencahayaan diatas dapat Anda sesuaikan dan aplikasikan pada area interior sebuah bangunan. Jika Anda mendapatkan kesulitan dalam menyesuaikan layer pencahayaan, warna cahaya lampu, maupun sistem, kontrol lampu dan saklar yang digunakan, jangan ragu untuk menghubungi LEDDO.id.

LEDDO.id dapat membantu Anda dalam hal konsultasi, pemenuhan/ penyediaan produk lampu, hingga supervisi pemasangan lampu bagi project yang sedang desainer interior dan arsitek kerjakan. Segera hubungi LEDDO.id baik melalui telepon maupun Whatsapp ke 0822-1000-7667. Kami siap membantu Anda memberikan solusi pencahayaan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: