pencahayaan-restoran

4 Aturan Desain Pencahayaan Restoran

Kesan pertama pada suatu tempat baik itu restoran maupun toko menjadi salah satu penentu apakah pengunjung itu akan masuk ke tempat tersebut atau tidak, sehingga para pemilik usaha, termasuk restoran harus bisa memberikan kesan pertama pada setiap pengunjung yang sedang lewat ataupun pengunjung yang menyantap makanannya di restoran tersebut.

Bagi restoran selain memberikan kesan pertama pada pengunjung masalah kelezatan menu masakan yang disajikan, memberikan kesan pertama mengenai masalah pencahayaan pada pengunjung juga sama pentingnya. Menu makanan dan minuman yang di pesan mungkin rasanya enak, tapi kalau pencahayaannya buruk, pelanggan menjadi tidak mood dalam memakan makanannya. Pencahayaan yang buruk dan juga pencahayaan yang berlebihan dapat membuat mata merasa terlalu terang sehingga warna makanan tidak terlihat jelas aslinya.

Kali ini leddo.id akan memberi beberapa aturan dalam pencahayaan pada restoran yang dapat Anda terapkan untuk membuat restoran Anda semakin ramai pengunjung.

  1. Membuat desain pencahayaan terpusat. Pencahayaan biasanya merupakan kebutuhan yang tidak terlalu dipikirkan pada saat membuka suatu tempat, namun sebenarnya pencahayaan sangat penting untuk dipikirkan Bersama mengingat dalam pencahayaan membutuhkan perhitungan lokasi soket listrik dan tata letak lampu. Kita ambil contoh misalnya meja, cara efektif untuk menyinari meja individu yang biasanya hanya berisi 2-4 kursi adalah dengan memberikan lampu pendant atau lampu gantung diatas meja tersebut, sehingga menampilkan pencahayaan yang terpusat.
  2. Menerapkan berbagai lapisan cahaya. Lampu yang berbeda mempunyai tugas yang berbeda juga. Langkah yang perlu Anda gunakan saat ingin menerapkan lapisan cahaya adalah dengan menggunakan pencahayaan sekitar (ambient lighting). Pencahayaan ini merupakan sumber pencahayaan utama pada restoran yang memberikan tingkat penerangan umum. pencahayaan ini digunakan sebagai pencahayaan yang menyebar, atau disebut juga direct lighting yang dapat membuat langit- langit tampak tinggi dan dinding yang tampak lebar. Kemudian, ada task lighting yang berfungsi sebagai pencahayaan yang diterapkan di area tertentu dimana pekerjaan dilakukan, seperti pada meja kasir dan dapur. Lalu juga ada accent lighting yang berfungsi untuk menarik perhatian pada benda tertentu, seperti lukisan atau mungkin tembok- tembok tertentu. Dari pencahayaan dekoratif dan efek pencahayaan inilah yang dapat mempersonalisasikan suatu restoran.
  3. Atur mood pengunjung dengan memperhatikan kecerahan. Setelah memahami dasar pencahayaan yang akan digunakan pada restoran, Anda perlu mengatur mood pengunjung dengan kecerahan warna lampu yang Anda gunakan. Untuk menciptakan suasana yang romantis, Anda dapat menggunakan lampu led yang memiliki warna 2700K – 3000K.
  4. Mengungkapkan warna makanan dan minuman yang sebenarnya. Seperti yang telah disinggung diawal, terkadang pencahayaan yang digunakan dapat menurunkan minat makan pengunjung karena warna pada makanan tidak sesuai dengan gambar yang ada di menu. Untuk itu, Anda perlu memahami tentang CRI. CRI (Color Rendering Index) adalah kemampuan sumber cahaya untuk mengungkapkan warna sebenarnya di berbagai benda. Untuk restoran, CRI yang dibutuhkan adalah 80, sehingga warna pada makanan dan minuman akan menyala sempurna.

Itulah beberapa aturan yang dapat Anda terapkan dalam menata restoran Anda agar semakin ramai dikunjungi. Anda juga dapat mengunjungi website leddo.id yang menyediakan berbagai macam lampu LED dengan cahaya yang #TerangNyaman.

>> Jenis Interior Lighting

%d bloggers like this: