Ciptakan Mood yang Rileks dengan 3 Tips Pencahayaan Ini Leave a comment

Dalam suatu proses perancangan baik ruang dan bangunan tentu memerlukan pencahayaan untuk menyinari setiap objek yang terdapat di ruangan tersebut, baik pencahayaan alami maupun pencahayaan buatan. Pencahayaan buatan yang menggunakan lampu sebagai mediumnya digunakan untuk menjangkau setiap area yang tidak terjangkau oleh pencahayaan alami, selain itu juga pencahayaan buatan digunakan untuk menyinari area beserta objek didalamnya pada malam hari.

Karena pencahayaan memiliki peran yang cukup penting bagi tampilan ruang dan bangunan, dalam menata pencahayaan perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

Sumber: Berg Lighting Design

  • Performa secara visual

Penilaian terhadap pencahayaan yang digunakan dapat diukur dari peforma yang ditunjukkan secara visual, yaitu pengukuran terhadap bagaimana pencahayaan tersebut dapat menunjang segala aktivitas yang dilakukan pada ruangan yang diberikan pencahayaan. Sehingga peran pencahayaan secara fungsional dan estetika pada sebuah ruangan perlu seimbang agar performa yang dihasilkan juga memiliki hasil yang baik.

Sumber: ofdesign

  • Kenyamanan

Selain performa secara visual, hal kenyamanan juga perlu dipertimbangkan dari penataan cahaya yang digunakan. Kenyamanan dalam penataan pencahayaan didapatkan dari penggunaan teknik pencahayaan dan penempatan arah cahaya terhadap objek-objek yang disinarinya. Apabila pencahayaan yang jatuh tidak menyebabkan silau dan tidak mengganggu aktivitas yang terjadi di ruang tersebut berarti aspek kenyamanan secara visual sudah baik.

Sumber: designlike.com

  • Efek psikologis yang dihasilkan

Hasil pencahayaan juga memiliki efek psikologis, apabila hasil penataan pencahayaan mampu menghasilkan suasana ruang seperti yang dibutuhkan maka secara efek psikologis penataan cahaya tersebut sudah berhasil membuat ruangan tersebut terpancar dengan baik.

  • Keefektifan energi dan biaya

Penataan pencahayaan yang baik juga memerlukan keefektifan dalam energi dan biaya tanpa mengurangi kualitas yang akan dihasilkan dari pencahayaan yang digunakan.

Untuk menghasilkan mood yang rileks dalam penataan pencahayaan tiga hal seperti warna cahaya, refleksi warna, dan cara penyinaran lampu memiliki pengaruh yang cukup besar. Seperti yang kita tahu bahwa lampu memiliki tiga warna cahaya yaitu warm white, natural white, dan cool white. Setiap warna cahaya dari lampu memiliki fungsi dan efek cahayanya masing, untuk warna cahaya yang menciptakan mood mood rileks sebaiknya menggunakan lampu dengan warna cahaya warm white atau Anda juga bisa mengombinasikannya dengan warna natural white. Sangat tidak disarankan untuk menggunakan warna cool white sebagai pencipta kesan rileks karena warna cool white lebih memberikan kesan fokus dan waspada. Kemudian perefleksian warna yang dihasilkan oleh setiap lampu berbeda-beda, karenanya disarankan untuk menggunakan jenis lampu LED agar warna yang dihasilkan lebih terang sehingga mood dapat tercipta dengan baik. Cara penyinaran atau sistem pencahayaan juga perlu diperhatikan, Anda dapat menggunakan pencahayaan menyeluruh, terpusat, pencahayaan secara langsung maupun pencahayaan tidak langsung. Cara penyinaran cahaya yang digunakan perlu disesuaikan dengan objek yang ingin ditonjolkan atau suasana rileks seperti apa yang ingin ditunjukkan.

Ketiga hal diatas menjadi evaluasi tersendiri bagi lighting consultant/ lighting designer dalam menata pencahayaan pada ruang dan bangunan tersebut. Lighting designer akan menyesuaikan ketiga hal diatas dengan konsep desain ruangan yang telah dibuat oleh desainer interior dan menjadi dasar pertimbangan untuk menciptakan suasana/ mood rileks seperti yang diinginkan. Anda dapat berkonsultasi dengan lighting designer seperti LEDDO.id untuk menciptakan kesan rileks yang diinginkan dengan cara menghubungi LEDDO.id baik melalui telepon maupun Whatsapp ke 0822-1000-7667.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: