lampu-led

Mengenal Istilah dalam Lampu

Ada beberapa istilah atau nama yang sering muncul dan sering digunakan dalam pencahayaan, biasanya nama- nama ini muncul pada deskripsi spesifikasi suatu lampu. Oleh karena itu, penting bagi Anda mengetahui dan memahami istilah- istilah tersebut. Berikut ini adalah beberapa istilah- istilah tersebut.

  1. Cahaya adalah radiasi yang terlihat antara 380nm dan 780nm. Diluar dari kisaran tersebut radiasi tidak akan terlihat oleh mata manusia, seperti radiasi dalam frekuensi inframerah, ultraviolet atau frekuensi radio. Rentang cahaya yang terlihat disebut spektrum. Spektrum dalam sumber cahaya mengandung warna biru, hijau, kuning, merah, dan semua warna yang ada diantara warna- warna tersebut. Semakin banyak warna yang terwakili dalam spektrum, semakin banyak warna yang terlihat dibawah sumber cahaya.
  2. Flux cahaya. Flux cahaya adalah pengukur kekuatan cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya. Cahaya flux menggambarkan keseluruhan kekuatan cahaya yang terpancar ke segala arah. Hal ini diukur dalam lumen (lm), instrument yang digunakan untuk mengukur flux cahaya disebut bola Ulbricht.
  3. Efisiensi cahaya. Efisiensi cahaya menggambarkan keefektifan sumber cahaya mengenai energi listrik yang diubah menjadi cahaya yang tampak. Ini ditandai dengan berapa banyak daya listrik (W) yang diubah menjadi flux cahaya (lm), sehingga efisiensi cahaya pada lampu LED adalah 120 lm/W.
  4. Glare atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut silau dapat melelahkan mata dan membuat penglihatan sulit terlihat jelas di ruang- ruang tertentu. Glare dapat mengurangi performa visual dan kenyamanan visual Anda. Terdapat dua macam glare, yaitu glare langsung dan glare tidak langsung. Glare langsung disebabkan oleh cahaya atau permukaan cahaya yang terlalu tinggi. Contoh glare langsung adalah apabila lampu tidak mempunyai rumah lampu atau dipasang pada tempat yang salah, maka hasilnya adalah silau langsung. Glare tidak langsung disebabkan oleh refleksi spekular pada cermin atau permukaan yang sangat mengkilap seperti pada monitor. Glare dapat diukur dengan sistem UGR untuk aplikasi dalam ruangan atau dengan tingkat TI untuk aplikasi luar ruangan.
  5. Correlated Color Temperature (CCT). Setiap sumber cahaya memancarkan cahaya dengan warna cahaya tertentu, untuk itulah lampu sebagai sumber cahaya juga mempunyai warna yang disebut CCT. Correlated Color Temperature diukur dengan menggunakan Kelvin, sehingga pada lampu LED bervariasi, mulai dari 2700K, 3000K, 4000K, 6500K, bahkan sampai 7500K.
  6. Color Rendering Index (CRI). CRI menggambarkan indeks rendering warna dari sumber cahaya. Semakin baik sumber cahaya mewakili warna, semakin baik indeksnya. Lampu LED memiliki nilai CRI antara 70-95. Jika Anda ingin menggunakan berbagai lampu di ruangan yang berbeda, Anda perlu memperhatikan CRI yang dimiliki oleh setiap lampu, karena CRI ini akan mengeluarkan warna asli benda yang disinarinya.

Itulah beberapa istilah- istilah dalam pencahayaan yang perlu untuk Anda ketahui sehingga Anda dapat dengan mudah dalam pemilihan lampu yang akan Anda gunakan. Anda juga dapat mengunjungi website leddo.id yang menyediakan berbagai lampu LED #TerangNyaman dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

>> Kelebihan Lampu Led

%d bloggers like this: